Label

Tampilkan postingan dengan label Pengiburan Duka Cita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengiburan Duka Cita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2016

Renungan Penghiburan Duka Cita : HIDUP DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN

HIDUP DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”
(Flp 1 : 21).
14368638_1820273211592459_3183367943681768849_n(Renungan penghiburan duka disampaikan dalam penguburan orang tua Nd. Hengki Sinuraya, Karben Sinuraya (Bp. Anggel) dan Aditiana Br Sinuraya.
Saudara – saudari di dalam kasih Yesus Kristus :
Hari ini disini kita berkumpul dalam duka oleh karena orang tua yang terkasih dari saudara kita Nd. Hengki Br Sinuraya, Bp. Anggel Sinuraya dan Aditiana Br Sinuraya, yang kita kenal dengan (Biring, Hengki atau Biring Anggel Br. Sembiring) telah kembali ke Bapa disurga.
Saudara – saudari dan keluarga besar Sinuraya yang terkasih :
Kami seluruh jemaat Rg. GBKP. Pekanbaru serta seluruh keluarga yang berkumpul disini, ikut turut berdukacita yang sedalam – dalamnya atas kembalinya orang tua yang kita kasihi dan kehadiran kami disini mengatakan bahwa bukan hanya keluarga yang berdukacita atas berpulangnya orang tua yang kita kasihi tetapi kami juga merasakan duka yang dirasakan oleh keluarga.

Saudara – saudari dan keluarga yang berduka di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus :
Mungkin jikalau bisa, kita akan meminta kepada Tuhan “SUPAYA JANGAN ADA YANG DISEBUT DENGAN KEMATIAN”. Karena kematian akan selalu memberikan duka kepada keluarga yang ditinggalkan, sehingga duka itu membuat begitu banyak tangisan dan air mata yang keluar dari mata serta hati yang sangat terasa sesak diakibatkan oleh kematian tersebut.

Tapi apakah permohonan yang kita sampaikan kepada Tuhan itu akan terkabul ? Tentu saja tidak. Tuhan tidak akan mengubah ketetapan yang telah Ia tetapkan tentang kematian dan kebangkitan dan kita mengetahui bahwa Kristus sendiri mengalami kematian dan kebangkitan. Jikalau demikian adanya, maka kita tahu bahwa kematian adalah kebangkitan dan kehidupan yang membawa kita kepada kehidupan yang kekal sama seperti Kristus dan oleh itu juga maka setiap orang percaya yang mati, juga akan bangkit dari kematian serta akan hidup di dalam kekekalan.

Saudara – saudari dan keluarga yang berduka di dalam kasih Yesus Kristus :
Ada perlombaan yang disiarkan TV yaitu lomba sepeda lambat. Perlombaan ini berbeda dari lomba balap sepeda biasanya, yaitu saling berlomba cepat menuju garis finish, tetapi lomba ini adalah lomba yang paling lambat mencapai gais finish.

Dalam lomba sepeda lambat ini para peserta harus mengayuh sepedanya, tetapi bukan untuk berebut sampai di garis finish, melainkan justru berlomba paling lambat sampai di garis finish. Oleh itu setiap peserta akan sangat berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak sampai terjatuh dan menyentuh tanah dan siapa yg paling lambat tiba di garis finish dengan kaki yang tidak pernah menyentuh tanah dialah menjadi pemenang dari lomba tersebut.

Saudara – saudari yang terkasih : Perlombaan ini tidak ubahnya seperti gambaran kehidupan manusia, bagaimana manusia berdaya upaya semaksimal mungkin untuk tetap dapat bertahan hidup serta berusaha menunda tiba di garis finish kematiannya.

Ada yg berusaha dengan hidup sehat dengan cara berolahraga, mengatur pola makan hidup sehat makan vegetarian, tidur teratur, bekerja teratur, jika sakit sampai berobat ke luar negri, dsb, tetapi apapun itu usaha yang dilakukan manusia untuk dapat hidup tetapi pada akhirnya manusia selalu tiba digaris finish kematiannya.

Dengan jelas Alkitab mengatakan bahwa semua manusia akan menemui ajalnya dan sering sekali kita melupakan bahwa kematian itu pasti dan usaha yang kita lakukan hanyalah bersifat penundaan akan kematian.

Saudara – saudari dan keluarga yang berduka :
Orang tua yang kita kasihi telah lama menahan derita penyakit yang ia alami dan kami tahu bahwa usaha pengobatan dan perawatan yang dilakukan oleh keluarga telah sangat baik. Tetapi walau demikian jangan berkecil hati jika orang tua yang kita kasihi akhirnya menemui ajalnya. Di dalam iman percaya kita mengaminkan apa yang terjadi dan mengakui bahwa semua itu adalah kehendak Tuhan Allah kita.
Aminkanlah bahwa kehidupan dan kematian menjadi kodrat bagian kehidupan manusia dan sebagai pengikut Kristus, kita mengaminkan seperti Paulus berkata bahwa “HIDUP ADALAH KRISTUS DAN MATI ADALAH KRISTUS” dan kita memaknainya dalam hidup yang memuliakan Tuhan dan jika saatnya kita mati maka kematian kitapun memuliakan Tuhan.

Saudara – saudari dan keluarga besar Sinuraya yang terkasih di dalam Tuhan :
Berbahagialah atas orang tua kita yang telah kembali kepada Tuhannya, karena kita tau selama hidupnya ia telah memuliakan Tuhan dengan menerima Kristus sebagai juru selamatnya.
Saya sendiri yang membatis orang tua kita ini dan di dalam pengakuannya ia sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah juru selamatnya dan oleh itulah jugalah saya berkata kepada keluarga berbahagialah sebab sungguh berharga kematian orang yang percaya kepadaNya.

Saudara – saudari dan keluarga yang berduka di dalam kasih Tuhan :
Kita yang hidup pada saat ini akan juga mengakhiri hidup ini, kapankah akan berakhir mungkin beberapa puluh tahun kedepan, mungkin belasan tahun kedepan atau mungkin sebentar lagi. Tetapi ntah kapan pun kematian itu datang biarlah ia datang tetapi selama kita hidu, marilah kita hidup dengan memuliakan Tuhan dan memegang teguh prinsip seperti Paulus berkata ” HIDUP ATAU MATI ADALAH KEUNTUNGAN”.

Demikianlah saudara – saudari dan keluarga yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus :
Saya mengakhiri renungan penggiburan duka ini sampai disini dan kiranya Tuhan memberkati firmanNya bagi keluarga dan bagi kita semua. Berbahagialah orang yang mati di dalam imannya sebab Tuhan akan menempatkan ia di dalam kerjaan sorga yang telah Ia persiapkan bagi seluruh anak – anakNya.

Amin.

Pdt. Israel H Sembiring. STh.
Pekanbaru. 14 Sept 2016.

Sabtu, 30 Juli 2016

PADA SAAT KITA MATI NANTI

PADA SAAT KITA MATI NANTI

Pada saat kita mati nanti jangan bersedih, dan ada beberapa hal yang tak perlu tahu sebenarnya tidak perlu pedulikan. Mungkin kita berpikir bagaimana nantinya, seorang guru bijaksana berkata :

Janganlah risau akan bagaimana nantinya dengan tubuh kita, karena tubuh ini akan di urus dengan rapi oleh yang kita tinggalkan, kita akan di formalin, yakinlah pada tubuh kita akan dipakaikan pakain terbaik yang pernah kita miliki, walau tubuh ini sudah kaku dan dingin dan juga akan memberikan aroma wewangi farfum  terakhir yang mengurangi bau amis dari tubuh ini.  Peti yang dipakai untuk menempatkan mayat kita boleh jadi akan dipakai peti yang termahal atau juga boleh jadi peti mati biasa.

Janganlah bersedih, bagaimana tubuh ini nanti setelah mati, yakinlah bahwa keluarga kita tidak akan menelantarkannya. Keluarga akan menyiapkan kuburan bagi kita, di TPU atau di tempat pemakaman keluarga, dan yakinlah keluarga akan menghantarkan kita ke peristirahatan terakhir tempat tubuh kita selamanya berada di iringi dengan nyanyian duka.

Janganlah bersedih, barang – barang pribadi yang kita miliki juga tidak akan dibuang dan juga tidak akan dikuburkan bersama dengan kita, apalagi emas, berlian, HP, dsb. Semua barang – barang tersebut akan tetap dipergunakan dan barang – barang lain seperti fhoto – fhoto, buku – buku, tas, dsb, mungkin hanya akan disimpan untuk menjadi kenangan bahwa kita pernah ada.

Yakinlah, bahwa keluarga, teman – teman, dunia dan alam semesta tidak akan lama – lama bersedih dengan kematian kita. Sebentar mereka akan berduka, bersedih atas kematian kita, tapi lama kemudian mereka akan mulai terlupakan dan hanya aka nada di kenangan bahwa kita pernah ada, istri, suami dan anak – anak akan kembali mendapatkan senyumannya seiring dengan berjalannya waktu dan akan kembali memulai aktifitas mereka sehari – hari seperti biasanya.

Yakinlah tidak akan banyak sekali perubahan yang terjadi setelah kematian kita, ekonomi akan tetap berjalan, deposito yang kita miliki akan di tarik  dan dipindahkan ke rekening lain, posisi dan pekerjaan kita di berbagai profesi akan diisi orang lain, mobil yang kita pakai mungkin akan berganti supir.
Yakinlah memang tidak akan terlalu banyak perubahan yang terjadi setelah kematian kita dan semua akan berjalan seperti naturnya kembali. Jangan berkata tanpa kita semua akan terbengkalai, yang mati akan hanya di kenang dan mungkin juga terlupakan seiring dengan berjalannya waktu, ya dengan kematian kita episode kita di dunia telah berakhir, namun yang menjadi yang menjadi soal bagi kita selanjutnya adalah bagaimana episode kita selanjutnya bersama dengan Dia sang pencipta  dan sesungguhnya bahwa episode hidup yang sesungguhnya itu telah dimulai ?

Memento Mori, Memento Mori, Memento Mori !!  Kalimat inilah yang terngiang dalam pikiranku pagi ini, dia merobek egoku, mengguncang kenyamananku, melemparkanku dalam sebuah realita yang tidak dapat diubah oleh siapapun. Dan mengingatkanku akan perjalanan kehidupan yang telah kujalani, renunganku pagi ini mengingatku bahwa lembar demi lembar kehidupanku masihlah belum berjalan dengan baik seturut kehendakNya sang pemilik hidup. Ya, pagi ini aku merenung “Hidup ini bukan untuk kesenangan tapi pergulatan untuk mencapai perkenanan Tuhan” ya dan semoga hari demi hari semakin baik dan semakin berkenan bagiNya.

Sahabat, selamat pagi, ini yang dapat aku tuliskan dalam renungan pagiku saat membaca Pengkhotbah 3 : 1 – 8. Mungkin ada manfaatnya bagi kita, marilah membacanya ini, dan sangatlah baik untuk kita renungkan, marilah membacanya :

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya .Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam ; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun ; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari ; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk ; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang ; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara ; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.

Selamat minggu dan selamat beribadah dan kiranya kasih karunia Tuhan memberkati seluruh ibadah dan aktifitas kita hari ini.

PKU 31 Juli 2016.