Jumat, 24 Juli 2015

Suplemen PJJ. 26 Juli – 01 Agustus 2015. “Ocultisme”

Suplemen PJJ 26 Juli – 01 Agustus 2015.

Ocultisme

Di dalam dunia ini khususnnya di dalam dunia yang tidak kelihatan ada dua macam kuasa yang besar yang sedang bekerja. Kuasa yang pertama yaitu kuasa Allah yg disebut terang dan yg kedua kuasa iblis dan segala manifestasinya yg disebut dengan kuasa gelap dan satu yg harus kita camkan maka gelap dan terang tidak bisa bersatu (bd I yoh 1 : 8 , Ef 5 : 8).

Okultisme berasal dari kata “Ocult” artinya gelap, gaib, tersembunyi, misterius dan diluar dari pengertian manusia. secara singkat okultisme adalah kepercayaan terhadap kuasa – kuasa kegelapan/gaib diluar kuasa Allah dan dengan keyakinan dan perasaan tersebut akan menimbulkan rasa takut dan memuja kekuatan tersebut.

Kuasa kegelepan bekerja dengan memanifestasikan kuasanya dalam berbagai bentuk mulai dari yang sederhana sampai kepada yang luar biasa, dari cara yang kuno sampai kepada cara modren yg membuat orang terheran – heran dan membuat orang terpikat dan membuat kuasa kegelapan memasuki semua lapisan mayarakat mulai dari yang primitif sampi kepada yang intelek.

Kuasa kegelapan juga memanifestasikan diri dengan berbagai nama miasalnya Jin, Begu, Setan dsb, yang hadir di berbagai tempat dan juga ditemukan dalam berbagai media yang mengakibatkan manusia tertipu dan ada anggapan bahwa berhububungan dengan roh tertentu tidak berdosa.
Namun apapun manifestasinya, nama, pekerjaan, kehadiran dan pengalaman manusia tentang kuasa- kuasa kegelapan atau roh – roh yang ada dalam alam ini pada hakekatnya adalah sama yaitu pekerjaan kuasa kegelapan setan atau iblis. Jika dikatakan ada roh yang jahat dan baik adalah kedok penipuan dan meneyesatkan orang – orang yang beragma, khusunya yang tidak memahami dunia roh, karena pada hakekatnya semua roh – roh yang jahat datangnya daripada iblis. Meskipun kuasa kegelapan adalah dunia roh yang tidak kelihatan tapi pekerjaannya/kuasanya nyata dalam alam ini dan bisa menjadi pengalaman banyak orang.

Beberapa sikap manusia terhadap okultisme dan sikap itu ada dalam beberapa kelompok :
Kelompok sikap manusia yang sama sekali tidak percaya bahwa kuasa kegelapan itu ada dan juga tidak percaya bahaya yang di timbulkannya. Kelompok ini mempunyai pengertian bahwa soal okultisme itu adalah agama primitif atau pribumi. Kelompok ini baru sadar bahwa adanya bahaya setelah mereka mengalami sendiri. Dengan ini maka tidak serta merta maka orang yang tidak mengakui maka ia terlepas dari kekuatan ini dan oleh itu maka tidak ada istilah netral harus memilih Tuhan atau kuasa Iblis.
  • Orang yang percaya akan adanya kuasa kegelapan dan bahaya yang ditimbulkannya misalnya bahaya akan guna – guna, ilmu hitan dsb, sehingga mereka hidup dalam ketakutan. Maka untuk mengatasi rasa takut ini maka biasnya mereka pergi kepada orang pintar untuk meminta perlindungan dan sang medium/dukun memeberi pertolongan dengan berbagai – bagai bentuk perlindungan, misalnya yang dipakai, jimat, mantra, dimakan atau diminum dll. Mereka tidak menyadari bahwa dengan perlindungan yang mereka dapatkan mereka sudah terlibat dan terikat dengan kuasa setan (artinya walau seseorang mengatakan bahwa ia tidak percaya tetapi ia sudah terikat karena ia telah meminta ).
  • Kelompok sikap manusia yang percaya akan adanya kuasa kegelapan dan akibat yang ditimbulkannya dan bahanya dan khususnya keuntungan yang bisa diperoleh mengakibatkan mereka terjun langsung dengan berbagai cara bentuk dan tujuan yg dilakukan dengan berguru, memakai jimat.
  • Diluar ketiga kelompok sikap ini adalah kelompok orang yang percaya kepada Allah yang hidup (Tuhan Yesus Kristus), mereka percaya juga akan adanya kuasanya kegelapan yang sedang bekerja dalam dunia ini dan percaya akan akibat yang ditimbulkannya tetapi mereka percaya bahwa kuasa kegelapan (iblis) sudah dikalahkan kuasa Allah dan percaya bahwa Dia memiliki kuasa didalam nama Yesus untuk mengalahkan kuasa kegelapan sehingga dia tidak takut dan tidak mau berhubungan dalam bentuk apapun dengan kuasa kegelapan. Karena kuasa kegelapan telah dikalahkan (kolse 1 : 13 ; 2 : 14 – 15) kita diberi hak istimewa (Markus 16 : 17).
Tidak dapat disangkal bahwa ada latar belakang praktek okultisme atau beberapa alasan dan latar belakang orang untuk berokultisme, namun dapat dikatakan bahwa praktek okultisme bagi orang yang terlibat adalah keinginan manusia itu sendiri yang sesuai dengan apa yang ditawarkan oleh iblis, dan ketidakpahaman orang tentang dunia roh dan dunia orang mati., dan dapat dikatakan keinginan manusia untuk berokultisme sudah ada sejak manusia dicobai iblis di taman eden yang membuat manusia jatuh kedalam dosa. Hal ini adalah keiniginan manusia mempertahankan hidup (kej 2 : 16 – 17 : kej 3 : 4). Dalam prakteknya ada berbagai cara dilakukan manusia untuk mempertahankan hidup atau agar terhindar dari berbagai mara bahaya dengan memakai kuasa gelap, misalnya :
  • Berusaha mendapat pelaris, jimat untuk mendapat jabatan dan kekayaan dan khususnya agar tetap sehat dan kesembuhan dari berbagai penyakit.
  • Keinginan manusia untuk mengetahui apa yang akan terjadi (Kej 3 : 5) misalnya : hororscop, ramal, tenag, mantik, dsb.
  • Keinginan manusia untuk berkuasa (Kej 3 : 5 : Kamu akan seperti Allah). Karena setiap orang mau memmpunyai kelebihan dan kemampuan yang pada umumnya orang tidak miliki, juga manusia pinya keinginan untuk memiliki kuasa untuk digunakan mempengaruhi, mengendalikan bahkan menguasai orang lain dan juga kuasa untuk mendapatkan apa yang ia inginkan mis : Pelet, susuk, hipnotis, ilmu sihir, ilmu menghilang, telepati dll.
Namun demikian seperti yang sudah disebutkan diatas apapun namanya jika seseorang melakukan hubungan dengan kuasa kegelapan maka ia dengan sendirinya memperkenankan kuasa kegelapan mengusai dirinya, oleh itu alangkah baiknya seseorang tidak pernah melakukan apapun dlam ocultisme.

Namun walau demikian bisa saja seorang telah jatuh dan ingin lepas dari seluruh kekuatan ocultisme, maka langkah – langkah yang dapat dilakukan melawan ocultisme tersebut yaitu dengan :
  • Pembongkaran dosa okult (18: 9-13, Ul 28 : 15 dst ; 2 Taw 33 : 1 – 6).
  • Melakukan pengakuan dosa (Mzm 32 : 1 – 4, Yes 43 : 25, 1 Yoh 1 : 9, 1 Tim 1 : 3).
  • Pemutusan hubungan dengan kuasa gelap dan garis kutuk (Lah 19 : 19, Kel 20 : 2 – 4, Mat 12 : 43 – 45, Lukas 10 : 19).
  • Mengundang Yesus secara pribadi (Mat 12 : 43 – 45, Ef 2 : 2,Wahyu 3 : 20, Yoh 1 : 12, 1 Yoh 4 : 4, Mark 16 : 17) dan selalu hidup dalam ketaatan dalam persekutuan doa (Kis 2 : 42 – 47).
Oleh itu berimanlah kepadaNya dan dengan iman percaya kita, yakinlah Tuhan akan selalu menjaga dan melindungi orang percaya kepadaNya saja.

Semoga tulisan singkat dan sederhana bermanfaat menambah refrensi kepada kita sekalian dalam pelayana PJJ yang kita lakukan di wilayah pelayanan kita masing – masing. Tuhan memberkati.
Pekanbaru 25 Juli 2015.

Senin, 20 Juli 2015

Suplemen PJJ GBKP 19 – 25 Juli 2015. II Timotius 2 : 1 – 7 “Gereja Si Dewasa”

Suplemen PJJ GBKP 19 – 25 Juli 2015.
Ogen : II Timotius 2 : 1 – 7
Tema : “Gereja Si Dewasa”
Pokok Pikiren :
  • Gereja ibas kehadirenna la banci terlepas ibas panggilenna sebage gereja eme guna nerusken karya Kristus i doni, emaka ibas sie gereja pe arus bertumbuh ibas kerina hal bagi si ikataken Pdt. Eka Darma Putra ngataken ; “gereja adalah suatu persekutuan yang senantiasa bergerak, senantiasa mencari. Untuk melaksanakan tugas-panggilannya ia harus senantiasa dinamis tidak statis. Ia harus melewati suatu proses menuju kepada kedewasaan panggilannya, mengalami proses jatuh, bangun dan terus belajar dalam memahami dan melaksanakan tugas-panggilannya tersebut”.
  • H Kraemer sekalak ahli teologia ngataken ciri kedewasaan sada gereja eme ; ”adanya karya Allah dan panggilan Allah kepada umatNya melalui karya penyelamatan Kristus yang ditanggapi oleh umat-Nya dengan “ya“ dan adanya tanggapan tadi diaktualisasikan dalam bentuk pengaturan yang mengatur diri sendiri, memperluas/mengembangkan diri sendiri, membiayai diri sendiri (self governing, self extension, self supporting )”. Gerejanta GBKP pe banci si kategoriken sebage gereja si enggo dewasa erkiteken menaken tgl 23 Juli 1941, gerejanta enggo lepas ibas NZG nari (Nederlands Zending Genoschap) ras ngaturken dirina sendiri sebage gereja si mandiri ibas teologia, daya ras dana.
  • II Timotius 2 : 1 – 7 bahan oraten PJJ-nta sekali enda encidahken ciri ntah pe langkah – langkah guna ndatken kedewasaan, lit pe ciri ntah langkah – langkah kedewasaan si icidahken ibas oratenta enda eme :
  1. Megegeh ibas ngalaken kerina tantangen si lit (ay.1) sebab ibas paksa sie memang erbage – bage tantangen si reh nderpa kegeluhen pelayan Tuhan/ gereja (bd. I Tim 1 : 4, 6 : 4 – 5).
  2. Paguh ras tetap setia ibas kerina pengajaren ras mampu jadi pengajar nandangi kalak si deban (ay. 2).
  3. Ngasup ngaloken kerina tantangen silit ras la ncampuri urusen si la perlu (Ay. 3 – 4).
  4. Nggeluh ibas aturen si enggo itetapken, bagi sekalak olahragawan adi atena jadi sekalak pemenang (ay. 5).
  5. Nggit berkerja keras bagi sekalak pejuma siatena ndatken ulih ibas hasil kerjana (ay.6)
  • Ibas enggo 74 thn gerejanta njayo tentu ibas perdalinenna, gerejanta pe mengalami pasang surut erkiteken tantangen si lit, tapi puji Tuhan, seh asa genduari gerejanta tetap ncidahken keberadanna sebage sada gereja si maju ras terus berkembang ras erpengarapen kita ku lebe enda gerenjanta semakin dewasa ibas kerina hal bidang kegeluhenna.
  • Secara pribadi ibas kegeluhenta persinget si isehken Paulus man Timotius enda pe tentu banci jadi sada persinget man banta guna menuju kedewasaan kegeluhenta.
Pekanbaru 20 Juli 2015.

Ilustrasi :

“MENGARUNGI KEHIDUPAN”
Alkisah, ada seorang muda yang sebelum memulai latihannya, ia meminta kepastian terlebih dulu dari sang Guru.
“Bisakah Guru mengajarkan saya tujuan hidup manusia?”
“Tidak,” jawab sang Guru.
“Atau setidaknya maknanya?”
“Tidak bisa.”
“Bisakah Guru menunjukkan pada saya sifat kehidupan manusia ?”
“Tidak.”
Akhirnya pemuda itu melangkah pergi dengan kesal. Semua murid yang ada di situ terkejut karena mengetahui Guru mereka ternyata tidaklah sebijak yang mereka kira.
Lalu dengan suara tenang, sang Guru berkata lagi,
“Bagaimana pendapatmu andai kata seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu kepadamu?
Bagaimana kau bisa memahami sifat kehidupan dan makna hidup jika kau sendiri belum pernah merasakannya?
Tak seorang pun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu sendiri. Guru pun tidak mampu. Sebaiknya kau memakan makananmu sendiri daripada hanya mengira-ngira rasanya.”

“Seorang yang dewasa akan tau tentang tujuan hidupnya dan memaknai hidup dengan benar, sehingga dia tidak akan bertanya lagi tentang apa yang ia harus lakukan dan terlebih oleh kebijaksanaan yang datangnya dari Roh Kudus”.

Kamis, 02 Juli 2015

Suplemen PJJ GBKP 05 – 11 Juli 2015. Ulangen 28 : 1 – 6 “Dibata Si Masu – Masu Pendahin”

Suplemen PJJ GBKP 05 – 11 Juli 2015.

Ogen : Ulangen 28 : 1 – 6
Tema : “Dibata Si Masu – Masu Pendahin”

Pokok Pikiren :
  • Selaku kalak si erkiniteken tentu kita ertedeh ate nandangi pasu – pasu Dibata ibas kerina dampar kegeluhenta, erpengarapen kita Dibata masu – masu ulih pendahinta subuk perjuma. Pengusaha, pegawai, rsd.
  • Kata pasu – pasu berarti ningetken lit pemberi ras lit penerima, si pemberi pasti lebih erkuasa asangken si penerima, erkiteken si penerima la ngasup nehi kai si isurakenna adi la kin erkiteken i pasu – pasu .
  • Pasu – pasu isehken Dibata erkiteken Ia sendiri si erjanji (berkat dimana Allah sendiri yang berjanji), pasu – pasu iberekenNa erkiteken perkuah ateNa (anugrah) ras pasu – pasu sibereken erkiteken kiniteken ras kesetian si erpengarapen man baNa (berkat yang didasarkan pengharapan kepada Allah agar Allah memberikan berkatNya).
  • Pasu – pasu Dibata e terbagi kubas dua bentuk eme pasu secara fhisik (Berkat yang kelihatan) ras pasu – pasu secara spiritual (Berkat – berkat rohani) ras bisana duana bentuk bentuk pasu – pasu enda me isehken Dibata man kalak sitek ras singgeluh ngikutken kerina perentahNa.
  • Ulangen 28 : 1 – 6, ningetken kerna pasu – pasu si isehken Dibata man kalak Israel secara fhisik (Berkat yang kelihatan), lit pe pasu – pasu si ijanjiken Dibata man bangsa Israel erkiteken kepatuhen bangsa e ngikutken kerina perentah – perentah Dibata alu tutus. Pasu – pasu e eme : njadiken bangsa e jadi bangsa si mbelin, ertuah bayak, enterem anak i pupus, mbuah page, melala lembu ras biri – biri, sinuan – sinuan, pangan si ipan bangsa e ras kerina pendahin si ilakoken bangsa e (ay 1b – 6).
  • Ulangen 28 : 1 – 6 enda ningetken Sumber penghasilen utama bangsa Israel, eme alu mengolah taneh ras memperdagangken hasil mengolah bumi, tentu hasilna banci saja la bagi siarapken ntah la terprediksi, sebab banci saja lit bencana wabah, sierbahanca gagal panen. Ibas kondisi ras situasi sibage me kalak Israel nggejapken kegeluhen enda la i teruh kendali manusia tapi kegeluhenna lit iteruh kendali Dibata. Ibas pengertin sibage me maka kalak Israel menempatken hubungen ras Dibata ibas posisi si paling sentral ibas kegeluhen.
  • Tema PJJ – nta “Dibata Si Masu – Masu Pendahin”. Tema enda ningetken Dibata me sinemani kegeluhenta ibas kita erdahin dingen ulih pendahinta tergantung kubas pasu – pasu Dibata.
  • Ibas erdahin, tentu erpengarapen kita nandangi pasu – pasu Dibata, gelah kerina pendahinta mereken ulih sincukupi keperlun kegeluhenta. Ibas sie kerina erpalasken Ul 28 : 1 – 6, tempatkenlah dage hubungenta ras Dibata jadi sentral ibas kegeluhenta ras ndalanken kerina perentah – perentahNa gelah malem ate sebab Dibata memang masu – masu pendahin kalak si ernalem man baNa.
Pekan baru 03 Juli 2015.