Kamis, 15 September 2016

Renungan Penghiburan Duka Cita : HIDUP DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN

HIDUP DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”
(Flp 1 : 21).
14368638_1820273211592459_3183367943681768849_n(Renungan penghiburan duka disampaikan dalam penguburan orang tua Nd. Hengki Sinuraya, Karben Sinuraya (Bp. Anggel) dan Aditiana Br Sinuraya.
Saudara – saudari di dalam kasih Yesus Kristus :
Hari ini disini kita berkumpul dalam duka oleh karena orang tua yang terkasih dari saudara kita Nd. Hengki Br Sinuraya, Bp. Anggel Sinuraya dan Aditiana Br Sinuraya, yang kita kenal dengan (Biring, Hengki atau Biring Anggel Br. Sembiring) telah kembali ke Bapa disurga.
Saudara – saudari dan keluarga besar Sinuraya yang terkasih :
Kami seluruh jemaat Rg. GBKP. Pekanbaru serta seluruh keluarga yang berkumpul disini, ikut turut berdukacita yang sedalam – dalamnya atas kembalinya orang tua yang kita kasihi dan kehadiran kami disini mengatakan bahwa bukan hanya keluarga yang berdukacita atas berpulangnya orang tua yang kita kasihi tetapi kami juga merasakan duka yang dirasakan oleh keluarga.

Saudara – saudari dan keluarga yang berduka di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus :
Mungkin jikalau bisa, kita akan meminta kepada Tuhan “SUPAYA JANGAN ADA YANG DISEBUT DENGAN KEMATIAN”. Karena kematian akan selalu memberikan duka kepada keluarga yang ditinggalkan, sehingga duka itu membuat begitu banyak tangisan dan air mata yang keluar dari mata serta hati yang sangat terasa sesak diakibatkan oleh kematian tersebut.

Tapi apakah permohonan yang kita sampaikan kepada Tuhan itu akan terkabul ? Tentu saja tidak. Tuhan tidak akan mengubah ketetapan yang telah Ia tetapkan tentang kematian dan kebangkitan dan kita mengetahui bahwa Kristus sendiri mengalami kematian dan kebangkitan. Jikalau demikian adanya, maka kita tahu bahwa kematian adalah kebangkitan dan kehidupan yang membawa kita kepada kehidupan yang kekal sama seperti Kristus dan oleh itu juga maka setiap orang percaya yang mati, juga akan bangkit dari kematian serta akan hidup di dalam kekekalan.

Saudara – saudari dan keluarga yang berduka di dalam kasih Yesus Kristus :
Ada perlombaan yang disiarkan TV yaitu lomba sepeda lambat. Perlombaan ini berbeda dari lomba balap sepeda biasanya, yaitu saling berlomba cepat menuju garis finish, tetapi lomba ini adalah lomba yang paling lambat mencapai gais finish.

Dalam lomba sepeda lambat ini para peserta harus mengayuh sepedanya, tetapi bukan untuk berebut sampai di garis finish, melainkan justru berlomba paling lambat sampai di garis finish. Oleh itu setiap peserta akan sangat berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak sampai terjatuh dan menyentuh tanah dan siapa yg paling lambat tiba di garis finish dengan kaki yang tidak pernah menyentuh tanah dialah menjadi pemenang dari lomba tersebut.

Saudara – saudari yang terkasih : Perlombaan ini tidak ubahnya seperti gambaran kehidupan manusia, bagaimana manusia berdaya upaya semaksimal mungkin untuk tetap dapat bertahan hidup serta berusaha menunda tiba di garis finish kematiannya.

Ada yg berusaha dengan hidup sehat dengan cara berolahraga, mengatur pola makan hidup sehat makan vegetarian, tidur teratur, bekerja teratur, jika sakit sampai berobat ke luar negri, dsb, tetapi apapun itu usaha yang dilakukan manusia untuk dapat hidup tetapi pada akhirnya manusia selalu tiba digaris finish kematiannya.

Dengan jelas Alkitab mengatakan bahwa semua manusia akan menemui ajalnya dan sering sekali kita melupakan bahwa kematian itu pasti dan usaha yang kita lakukan hanyalah bersifat penundaan akan kematian.

Saudara – saudari dan keluarga yang berduka :
Orang tua yang kita kasihi telah lama menahan derita penyakit yang ia alami dan kami tahu bahwa usaha pengobatan dan perawatan yang dilakukan oleh keluarga telah sangat baik. Tetapi walau demikian jangan berkecil hati jika orang tua yang kita kasihi akhirnya menemui ajalnya. Di dalam iman percaya kita mengaminkan apa yang terjadi dan mengakui bahwa semua itu adalah kehendak Tuhan Allah kita.
Aminkanlah bahwa kehidupan dan kematian menjadi kodrat bagian kehidupan manusia dan sebagai pengikut Kristus, kita mengaminkan seperti Paulus berkata bahwa “HIDUP ADALAH KRISTUS DAN MATI ADALAH KRISTUS” dan kita memaknainya dalam hidup yang memuliakan Tuhan dan jika saatnya kita mati maka kematian kitapun memuliakan Tuhan.

Saudara – saudari dan keluarga besar Sinuraya yang terkasih di dalam Tuhan :
Berbahagialah atas orang tua kita yang telah kembali kepada Tuhannya, karena kita tau selama hidupnya ia telah memuliakan Tuhan dengan menerima Kristus sebagai juru selamatnya.
Saya sendiri yang membatis orang tua kita ini dan di dalam pengakuannya ia sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah juru selamatnya dan oleh itulah jugalah saya berkata kepada keluarga berbahagialah sebab sungguh berharga kematian orang yang percaya kepadaNya.

Saudara – saudari dan keluarga yang berduka di dalam kasih Tuhan :
Kita yang hidup pada saat ini akan juga mengakhiri hidup ini, kapankah akan berakhir mungkin beberapa puluh tahun kedepan, mungkin belasan tahun kedepan atau mungkin sebentar lagi. Tetapi ntah kapan pun kematian itu datang biarlah ia datang tetapi selama kita hidu, marilah kita hidup dengan memuliakan Tuhan dan memegang teguh prinsip seperti Paulus berkata ” HIDUP ATAU MATI ADALAH KEUNTUNGAN”.

Demikianlah saudara – saudari dan keluarga yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus :
Saya mengakhiri renungan penggiburan duka ini sampai disini dan kiranya Tuhan memberkati firmanNya bagi keluarga dan bagi kita semua. Berbahagialah orang yang mati di dalam imannya sebab Tuhan akan menempatkan ia di dalam kerjaan sorga yang telah Ia persiapkan bagi seluruh anak – anakNya.

Amin.

Pdt. Israel H Sembiring. STh.
Pekanbaru. 14 Sept 2016.

Sabtu, 30 Juli 2016

PADA SAAT KITA MATI NANTI

PADA SAAT KITA MATI NANTI

Pada saat kita mati nanti jangan bersedih, dan ada beberapa hal yang tak perlu tahu sebenarnya tidak perlu pedulikan. Mungkin kita berpikir bagaimana nantinya, seorang guru bijaksana berkata :

Janganlah risau akan bagaimana nantinya dengan tubuh kita, karena tubuh ini akan di urus dengan rapi oleh yang kita tinggalkan, kita akan di formalin, yakinlah pada tubuh kita akan dipakaikan pakain terbaik yang pernah kita miliki, walau tubuh ini sudah kaku dan dingin dan juga akan memberikan aroma wewangi farfum  terakhir yang mengurangi bau amis dari tubuh ini.  Peti yang dipakai untuk menempatkan mayat kita boleh jadi akan dipakai peti yang termahal atau juga boleh jadi peti mati biasa.

Janganlah bersedih, bagaimana tubuh ini nanti setelah mati, yakinlah bahwa keluarga kita tidak akan menelantarkannya. Keluarga akan menyiapkan kuburan bagi kita, di TPU atau di tempat pemakaman keluarga, dan yakinlah keluarga akan menghantarkan kita ke peristirahatan terakhir tempat tubuh kita selamanya berada di iringi dengan nyanyian duka.

Janganlah bersedih, barang – barang pribadi yang kita miliki juga tidak akan dibuang dan juga tidak akan dikuburkan bersama dengan kita, apalagi emas, berlian, HP, dsb. Semua barang – barang tersebut akan tetap dipergunakan dan barang – barang lain seperti fhoto – fhoto, buku – buku, tas, dsb, mungkin hanya akan disimpan untuk menjadi kenangan bahwa kita pernah ada.

Yakinlah, bahwa keluarga, teman – teman, dunia dan alam semesta tidak akan lama – lama bersedih dengan kematian kita. Sebentar mereka akan berduka, bersedih atas kematian kita, tapi lama kemudian mereka akan mulai terlupakan dan hanya aka nada di kenangan bahwa kita pernah ada, istri, suami dan anak – anak akan kembali mendapatkan senyumannya seiring dengan berjalannya waktu dan akan kembali memulai aktifitas mereka sehari – hari seperti biasanya.

Yakinlah tidak akan banyak sekali perubahan yang terjadi setelah kematian kita, ekonomi akan tetap berjalan, deposito yang kita miliki akan di tarik  dan dipindahkan ke rekening lain, posisi dan pekerjaan kita di berbagai profesi akan diisi orang lain, mobil yang kita pakai mungkin akan berganti supir.
Yakinlah memang tidak akan terlalu banyak perubahan yang terjadi setelah kematian kita dan semua akan berjalan seperti naturnya kembali. Jangan berkata tanpa kita semua akan terbengkalai, yang mati akan hanya di kenang dan mungkin juga terlupakan seiring dengan berjalannya waktu, ya dengan kematian kita episode kita di dunia telah berakhir, namun yang menjadi yang menjadi soal bagi kita selanjutnya adalah bagaimana episode kita selanjutnya bersama dengan Dia sang pencipta  dan sesungguhnya bahwa episode hidup yang sesungguhnya itu telah dimulai ?

Memento Mori, Memento Mori, Memento Mori !!  Kalimat inilah yang terngiang dalam pikiranku pagi ini, dia merobek egoku, mengguncang kenyamananku, melemparkanku dalam sebuah realita yang tidak dapat diubah oleh siapapun. Dan mengingatkanku akan perjalanan kehidupan yang telah kujalani, renunganku pagi ini mengingatku bahwa lembar demi lembar kehidupanku masihlah belum berjalan dengan baik seturut kehendakNya sang pemilik hidup. Ya, pagi ini aku merenung “Hidup ini bukan untuk kesenangan tapi pergulatan untuk mencapai perkenanan Tuhan” ya dan semoga hari demi hari semakin baik dan semakin berkenan bagiNya.

Sahabat, selamat pagi, ini yang dapat aku tuliskan dalam renungan pagiku saat membaca Pengkhotbah 3 : 1 – 8. Mungkin ada manfaatnya bagi kita, marilah membacanya ini, dan sangatlah baik untuk kita renungkan, marilah membacanya :

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya .Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam ; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun ; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari ; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk ; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang ; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara ; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.

Selamat minggu dan selamat beribadah dan kiranya kasih karunia Tuhan memberkati seluruh ibadah dan aktifitas kita hari ini.

PKU 31 Juli 2016.

Senin, 25 Juli 2016

Suplemen PJJ Tgl 24 – 30 Juli 2016. “I PERDAMEKEN IBAS KRISTUS” Kolose 1 : 15 – 23.

Suplemen PJJ Tgl 24 – 30 Juli 2016.

“I PERDAMEKEN RAS KRISTUS”
Kolose 1 : 15 – 23.

Ngerana kerna tema PJJ-nta sekali, tentu la banci kita mekarus guna ncakapkenca sebab tema PJJ-nta sekali enda sada tema sicukup penting man banta, guna banci lebih simaknai tema PJJ-nta sekali enda, icubaken kami nuliskenca ibas kesempaten enda asa kengasupen kami menjelesakenca dingen mbera banci jadi refrensinta guna si siehken i tengah – tengah perpulungenta.

Ngerana kerna tema PJJ-nta “I Perdameken ras Kristus” banci jadi tema e peturahken penungkunen man banta : engkai maka kita arus i perdameken ras Kristus, lit kin kesalahenta maka kita arus i perdameken ras Kristus  ? ise kin Kristus maka kita arus i perdameken ras Ia ? banci kin kita mperdameken dirinta ras Kristus ? ise si berinisiatitif ibas perdamen e kita ntah Kristus ? dingen enggo kin kita i perdameken ras kristus, adi enggo i perdameken ras kristus uga dage kita ngergaken perdamen si enggo isehken Kristus e ? banci jadi enda me si jadi penungkunenta.

Piga – piga hal si banci  ituriken kami ibas paksa enda rikutken tema PJJ-nta sekali enda erpalasken Kolese 1 : 15 – 23 eme :
  • Pustaka Si Badia nuriken maka manusia enggo erdosa erkiteken kinilapatuhenna nandangi perentah si isehken Dibata kempaksa erkiteken sie manusia sirang ras Dibata dingen erbahanca manusia erngena ate nandangi dosa (Kej 3 : 15). Ibas pemahamen si isehken Paulus akibat dosa manusia manusia dungna jadi musuh Dibata (Kol 1 : 21 bd, Rom 5 : 10), dingen erkiteken dosa e manusia kebenen statusna sebage gambar Dibata, kebenen hakna sebage anak dingen kebenen kemulian Dibata ibas dirina (Bd. Kej 1 : 16 ; Roma 3: 10 ; Roma 5 : 1,6).
  • Manusia (Adam ras Hawa) si ndabuh kubas dosa, meteh dirina enggo enggo erdosa, ersura – sura nutupi dosa si enggo ibahanna alu menutupi ketelanjangenna tapi usaha si ibahan manusia e la banci nutupi kesalahenna, ertina tupung Adam ras Hawa muat bulung – bulung guna nutupi dirina la ndungi persoalen dosa si enggo ilakokenna, seh maka Dibata sendiri si turun tangan alu nggantiken bulung – bulung sinutupi kula manusia e alu kulit binatang. Alu gambaren si enda jelas man banta manusia lanai banci ndungi kesalahen si enggo ibahanna alu usahana sendiri (Ke 3 : 7 – 21).
  • Ibas sejarah kegeluhen manusia, Dibata tetap berkarya arah kegeluhen bangsa Israel (Kesusuren Abraham), Dibata nehken Hukum Taurat arah Musa gelah alu bage manusia meteh kai si isuraken Dibata arah kegeluhen manusia. Tapi kedungenna Taurat pe i salah mengerti imam – imam kalak Jahudi sebage dalan guna ndatken keselamaten padahal taurat hanya erfungsi sebage perentah guna ncidahken kepatuhen manusia nandangi Dibata ras guna ncidahken kerna gambaren kerna dosa si la banci ilakoken kalak si ersembah kempak Dibata (bd. Roma 2 : 17 – 24 ; Galatia 3 : 11).
  • Ibas pemahamen umum mekatep pe terjadi salah pengertin, ija kiniteken ianggap sebage dalan guna ndatken keselamaten. Kiniteken manusia ianggap sebage penyebab guna ndatken keselamaten. Pengertin si enda pe tentu harus silurusken ertina labo erkiteken litna kinitekenta maka kita ndatken keterkelinen, sebab adi ikataken erkiteken  kiniteken maka tentu e kiniteken  e me si ianggap penyebab manusia ndatken keselamaten. Kiniteken tetap hanya sebage sarana, saluran ntah respon si lit ibas manusia nandangi pengorbanen si enggo ilakoken Kristus ras eme si imaksudken martin Luther alu ngataken “Hanya oleh iman”. Alu bage jelas maka keselamaten labo erkiteken usaha si ilakoken manusia (teologia amal, Puasa, ritual – ritual, bagi si lit ibas pemahamen katolik ras Islam) tetapi  keselamaten e tetap murni erkiteken perkuah ate (anugrah) Dibata arah perdamen si isehkenNa ibas pengorbanen Kristus i kayu persilang  (Bd. Rom 1 : 16 – 17 ; 5 : 2 – 11 ; I Kor 15 : 12 – 20 ; II Kor 5 : 14, 19 – 21 ; Gal 2 : 21).
Guna banci lebih lebih jelasna kerna oraten PJJ-nta ras tema PJJ-bta sekali enda “I Perdameken Ibas Kristus” ras sue kerna pemahamen kinitekenta, maka tema ras oraten PJJ-nta sekali enda cukup penting guna sigar – gari alu mehuli. Maka mari sigar – gari kerna oraten PJJ-nta sekali Kol 1 : 15 – 23 enda ras piga – piga hal si banci isingetken kami ijenda :
  • Ogen PJJ-nta ningetken man banta kerna kalak Kristen Kolose ibas paksa sie mulai terpengaruh kerna pengajaren Yudaisme ras Gnostisisme. Erkiteken litna pengajaren palsu enda me Paulus nulisken suratna man kalak Kristen Kolose, gelah perpulungen tetap nggeluh ibas persadaan ras Kristus Yesus. Engkai maka Paulus ningetken kerna sie nandangi kalak Kristen Kolose ? erkiteken ibas paksa sie kalak Kristen Kolose memang enggo i pengaruhi pengajaren Yudaisme ras Gnostisme  sierbahanca kalak Kristen Kolose mengalami kebimbangngen ras keraguan nandangi pemahamen keselamaten si lit ibas Kristus, seh maka kebimbangen ras keraguan e  erbahanca kegeluhen kalak Kristen Kolose ngulihi nggeluh bagi kalak sila nandai Dibata (Kol 2 : 6 – 8, 16 – 23). Baca tentang Yudaisme ibas http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_Yudaisme ras Gnostisisme ibas Gnostisismehttp://peterbudi.blogspot.co.id/2013/10/gnostisisme.html.
  • Kol 1 : 15 – 23 si jadi bahan oraten PJJ-nta sekali enda sekaligus ncidahken perlawanen Paulus nandangi guru – guru palsu dingen menjelasken kerna keselamaten manusia erkiteken perdamen si isehken Dibata. Ibas paksa Paulus nulisken suratna man kalak Kolose enda maka ibas paksa sie enggo berkembang pengajaren Yudaisme ras Gnostisisme si sangat mempengaruhi kegeluhen perpulungen kalak Kristen ibas paksa sie. Emaka guna menentang pengajaren palsu e, Paulus ngulihi menjelasken alu rinci kerna ise kin Yesus Kristus. Lit pe penjelasen si isehken Paulus eme : alu jelas Paulus menentang kerna pemahamen Yudaisme ras Gnostisisme si menganggap Yesus sebage ciptaan (materi), emaka ibas sie nina Paulus “Dibata la teridah, Kristus nge rupa Dibata si teridah Ia lit ope denga ijadiken kerina sinasa lit”. Alu perkataan enda Palus sekaligus encidahken identitas Yesus  identitas Yesus maka Yesus e sendiri kap Dibata si teridah ibas manusia (ay. 15). Penjelasen kerna keilahian Yesus tentu saaj labo terterima kalak si enggo ipengaruhi paham Yudaisme ras Gnostisisme emaka ibas penjelesaen seterusna Paulus nuriken “Sebab arah Ia, Dibata njadiken kerina sinasa lit subuk I surge bagepe i doni, barang si teridah bagepe barang si la teridah ikut pe kerina kesah sierkuasa ras merentah, kerina sinasa lit ijadiken Dibata arah kristus ras guna kristus. Leben nge Kristus lit asangken kerinana, janah ibas persadaan ras Ia, kerina sinsa lit e ndatken inganna si payo” (ay. 16 – 17). Penjelasen Paulus ibas ay. 16 – 17 jelas kel ngataken kerna ise kin Kristus, ija penjelasen menegasken maka Kristus labo ciptaan tapi menjelasken maka Ia me Tuhan sinjadiken kerina sinsa lit (Bd. Yoh 1 : 3).
  • Paham Yudaisme ras Gnostisisme ibas konsep si seri kerna keselamaten memahami maka keselamaten banci idat arah usaha manusia. Pemahamen sie jelas kel ilawan Paulus alu ngataken “Ia me takal kulana, eme kepala gereja. Ia me ulu kegeluhen kulaNa. Ia me si tang – tangna ipekeke Dibata ibas simate nari gelah Ia ngenca banci ngaloken ingan simehergana ibas kai pe. Arah peraten Dibata ibas diri anakNa ringan alu serta si lit ibas diri Dibata. Arah Ia me pe itetapken Dibata ndameken kerina sinasa lit ras diriNa. Dibata mereken perdamen arah kematen anakNa I kayu persilang, gelah kerina sinsa lit, subuk i doni bagepe i surga mulihken man baNa” (ay. 18 – 20). Perkataan Paulus enda cukup penting si pahami maka Paulus menjelasken la lit keselamaten adi la kin arah Yesus Kristus ngenca. Alu bage maka jelas penjelasen Paulus ibas ayat enda Paulus menentang kerna paham keselamaten universalisme ija paham e ngataken maka kerina pagi kalak si idoni enda ndatken keselamaten (bd. Yoh 14 : 16). Pengajaren Paulus arah ayat 18 – 20 enda jelas ngataken maka la lit keselamaten adi la kin arah Yesus Kristus, emaka salah kel adi lit genduari berkembang pengajaren maka ibas setiap agama pe lit keselamaten . Ibas konteks sienda si pahamilah maka labo lit keselamaten ibas agama si deban kecuali agama e mengakui Yesus sebage juru selamat, sebab Yesus memang ngenca si ngasup erbahan perdamen ras si mendameken manusia ras Dibata eme alu kematen Kristus i kayu persilang. Uga dage pagi kalak si la ngakuken Yesus Tuhan ? Paulus pe menjelasken kerina pagi kalak si la ngakuken Yesus jadi Tuhanna la ndatken keselamaten (II Tes 1 : 3 – 12).
  • Pembuktian keleng ate Dibata man manusia dingen manusia enggo i perdameken Dibata ras diriNa, icidahken Paulus ibas penjelasenna alu ngataken “ibas sada paksa nai, sirang kam ras Dibata, kam jadi imbangna erkiteken perbahanen ras perukurenndu si jahat. Tapi erkiteken kematen kula anakNa, iperdameken Dibata kam ras anakna, gelah kam badia, bersih dingen la erpandangen iadep – adepenNa” (ay. 21 – 23). Ibas penjelasen enda jelas kel Paulus ngataken maka Dibata nge si erinisiatif guna erbahan perdamen man manusia arah kematen Kristus i kayu persilang.
  • Dingen kenca Paulus nuriken pengertin kerna keselamaten si enggo isehken Kristus i kayu persilang. Paulus ningeti kalak Kristen Kolose gelah tetap  paguh ibas kinitekenna dingen lanai min  i jolah – joleken pengajaren kai pe, alu ngataken “Erkiteken sie patut kam tetap patuh ibas pals si nteguh, janah ola pulahi pengarapen si enggo idatndu asum tang – tangna nai ibegindu Berita Si Meriah ibas Dibata nari e. Sebab Berita Si Meriah ibas Dibata nari enggo mbar ku belang – belang doni enda. E me sababna maka aku Paulus enggo jadi sekalak si erdahin” (ay. 22 – 23).
Ibas kerina penjelasen si isehken Paulus enda, tentu pe mereken pemahamen man banta, maka kita ngidah kerna kegeluhen masa lalunta sebage manusia perdosa, tapi amin bage gia maka kit ape enggo ndatken keselamaten arah perdamen si isehken Dibata erkiteken kematen Kristus I kayu persilang.  Dingen erkiteken sie maka patut kel situhuna kita ngataken bujur kempak Dibata erkiteken kita pe enggo ndatken mulihi kemulianta selaku anak  Dibata (Bd. Ef 2 : 16 ; Rom 5 : 10 ; II Kor 5 : 18 – 20).

Uga dage ninta ibas paksa si genduari kenca kita  nggejapken dirinta enggo iperdameken Dibata ras diriNa ? tentu kita ngataken bujur kepak Dibatanta ibas kerina penebusen si enggo ilakokenNa kempak dirinta arah Yesus Kristus, tetaplah nggeluh ibas kiniteken  si paguh man baNa saja, la erdua ukur dingen la terpengaruh pengajaren – pengajaren si erbahanca kita papak. Jenari tentu pe ulih perdamen e si cidahken ibas caranta nggeluh si tep – tep wari alu mehuli eme alu nadingken kerina perbahanen – perbahanen si mabai kita ndabuh kubas dosa.

Ibas aplikasi kegeluhenta si tep – tep wari, kita enggo iperdameken Dibata ras diriNa, alu la naktaki dosa – dosa si enggo sibahan, janah Dibata me si erdahin (erinisiatif) guna erbahan perdamen e alu mereken diriNa ibas Yesus Kritus jadi tebusen. Tentu sikap sibage me siarap Dibata lit ibas dirinnta. Kita ngasup erbahan perdamen, erinisitaif erbahan perdamen, nggit erkorban guna terjadina perdamen i tengah – tengah kegeluhenta bagi nina Kristus ibas Mat 5 : 9 nina “Ketuahen kalak si erbahan perdamen ; sebab iakui Dibata me ia anakNa”. Arah kata Yesus enda perlu si inget maka kalak si la maba perdamen i tengah – tengah kegeluhenna maka situhuna i ape la ndateken perdamen ibas Dibata nari. Labo mesera guna erdame ras temanta manusia, umpamana : bicara lit salahta ntah salah temanta man banta, ertotolah bagi siajarken Yesus man banta alu memaknai pertoton Tuhan alu tuhu – tuhu, tupung kita melasken ‘O Bapa kami sini surga, ibas sie gejapkelnah kita memang tuhu anak Dibata … tupung sibelasken alemi min salah kami bagi nialemi kami salah kalak kempak kami, maka ingetlah Dibata enggo ngalemi kerina kesalahenta aminna gia kesalahen e la patut ialemi, tapi erkiteken keleng ateNa kesalahen e la i perhitung Dibata. Tentu bage ka me kita memaknai kesalahenta ntah kesalahen temanta, gelah alu bage perdamen, nggeluh erdame ras dame banci sicidahken ibas kegeluhenta si tep – tep wari.

Dage mari si ergai perdamen si enggo isehken Dibata kempak dirinta, lanai nggeluh ibas dosa, pemuliaken Dibata arah kerina dampar kegeluhenta,  janah jadilah si maba dame kubas tengah – tengah kegeluhen i doni enda sebab kita enggo I perdameken ras Kristus.

Amin.
Pdt. Israel HS Milala. PKU 26 Juli 2016.