Kamis, 23 April 2015

Tinjauan Tentang ajaran keselamatan

Tinjauan Tentang ajaran keselamatan

AJARAN KESELAMATAN
Penulisan ini adalah untuk berusaha mengenal Teologia yang menjadi dasar dari kepercayaan Gereja protestan. Maka dalam tulisan ini akan saya diuraikan Teololgia dasar dan implikasi praksis dari aliran kekristenan dan implikasinya dalam praksis gerejawi.

I. Lutheran
Gereja ini pada awlanya dikenal dengan Gereja Protestan sebab telah melakukan protes ataukebenaran yang dipercainya. Disebut dengan aliran reformasi karena membaharui gereja danbukan mendirikan gereja. Pembaharuan itu dimulai sejak Martin Luther menempelkan 95dalinya di Wittenberg tahun 1517. Kemudian ajaran Luther resmi menjadi ajaran Gereja Lutheranisme, dengan Toelogi dasarnya : Manusia adalah berdosa, tidak mempunyai kehendak bebas, dan tidak mempunyai kemampuan moral. Ia dibenarkan hanya oleh anugrah Allah bukan oleh jasa. Bukan oleh kemampan tapi oleh iman, sesuai dengan kesaksian Alkitab.
Manusia dibenarkan (Justifictio) tidak berarti membuat benar tetapi dianggap benar. Maka dengan demikian ada pengubahan statusserta dikuduskan, sebab apa yang Alllah sudah terima tentu diubahNya.
Pandangan Luther tentang Gereja adalah sebagai badan yang rohani yang tidak memerlukan kekuasan dunia untuk memaksakam doktrinya. Tetapi gereja juga taunduk kepada negara karaena gereja hidup dalam dunia. Pandangan ini dijelaskan pada ajaran tentang dua kerajaan yaitu ciptaan dan penebusan. Dalam mengatasi tuntutan yang berbeda dari dua kerajaan itu Luther Luther menekankan ajaran “ The Sacred Secularity “ (Kesalehan sekularitas) ajaran ini berarti waqlaupun orang kristen bekerja pada tas perintah kaisar , pekerjaan itu dapat ia lakukan untuk orang lain yang sdigerakkan oleh kasih. Maka dengan itu Martin Luther menghubungkan hukum kasih (injil) dengan hukum alam.
Pendapat Luther ini dipertegas dengan ajaran “ Vocatio “ dimana dalam pandangan ini vocatio bukan lagi panggilan memenuhi kehidupan biarawan, yang sebelumnya dianggap kehidpan yang lebih tinggi dari kehidupan biasa. Tetapi Vocatio diartikan adalah usaha mendatangakan kebaikan kepada manusia pada umumnya. Jadi sungguhpun Luther menekankan Sola fide, Sola gratia dan sola scriptura, ia juga menekankan kesalehan sekularitas yaitu keterpanggilan untuk bekerja demi kebaikan dunia.

II. Johannes Calvin
Mulai bekerja di Bessel (Swiss) thn 1935 setelah menyelesaikan tulisannya Intitutio ccristinae Relegions ( Pengajaran agama kristen ) pada akhir thn 1535 dan menjadi pendeta reformasi pada thn 1536 – 1538 di Geneva dan ketika ia berselsih paham dengan majelis jemaat ia pindah ke Strasburg thn 1538 – 1541 dan meninggal pada thn 1564 di Geneva.
Ajarannya sama dengan Martin Luther, tetapi Calvin lebih menekankan kelahiran kembali ( Regenarisasi ) tetapi tetap erat terkakait dengan pembenaran. Menurutnya manusia didakwa sebagai pendosa dihadapan Allah dan tidak dapat membela dirinya untuk diampuni. Teetapi Allah sebagai hakim agung manusia, membenarkan dan menyatakan manusia tidak bersalah, namun orang yang dibenarkan itu perlu pembinaan supaya ia dapat hidup sempurna, walaupun kesempurnaan itu tidak dapat di dunia , dan untuk mencapai hidup yang sempurna harus terjadi dalam dunia dimana tempat ia terpanggil. Kalau luther memahami Vocatio sebagai kesalehan sekular maka Calvin menghubungkannya dengan keselamatan sebab ia menganggap kerajinan sebagai tanda keselamatan sedang kemalasan adalah sebagai tanda penolakan, maka dengan itu Calvin menekankan ajaran Reformasi terarah kepada kehidupan baik, baik di gereja maupun di masyarakat.

III. Anabaptis
Gerakan ini berkembang di Zurich yang menentang baptisan anak dan mempraktekkan baptisan ulang. Kata Anababtis berarti baptis ulang, salah satu pemimpinnya adalah Felix Manz dihukum mati ditenggelamkan .Kemudian gerakan ini berkembang dibawah pimpinan MennoSimon yang mempolakan kehidupan damai seperti khotbah Yesus di Bukit, semua anggota jemaat adalah sederajat dan anggota anabaptis tidak boleh berhubungan dengan yang bukan anggota mereka.
Ciri khas dari gerakan ini adalah menolak ajaran Predistinasi, memisahkan gereja dengan negara , persekutuan dengan jemaat atas dassar suka rela , ketangguhan dal;am etik dan spiritual, baptisan dengan selam, menolak kesalehan dogmatik, meniolak paham komunisme dan menghendaki penataan kehidupan secara koperasi tanpa perbedaan kelas.

IV. Pietisme
Ajaran mereka berpusat kepada kesalehan pribadi, mementang pandapat para ortodok dan menganggap cukup apabila gereja telah mempunyai kebenaran Alkitab. Tujuan mereka adalah mengkristenkan hati, memperaktekkan kehidupan yang menolak dunia (asketes) dan menganggap kegiatan ekonomi tidak mempunyai nilai intrinsik. Ada beberapa ciri umum dari pietisme yaitu :
• Natural Pietatis
Menekankan manusia baru atau regenarisasi (Lahir baru) ynag menekankan kelahiran baru adalah anugerah Allah semata, tetapi anugerah itu tidak diterima oleh manusia lama. Oleh sebab itu manusia harus menjadi manusia baru. Aliran ini juga menolak sikap yang setenhah – setengahdalam hubungan dengan Tuhan jadi harus ada perubahan totaldari yang lama menuju yang baru.
  • Collegia pietatis
    Menekankan hakikat kekristenan ditemukan dalam hubungan pribadi antara individu dengan Allah dan tidak menyukai hubungan formalitas dengan Allah serta sangat setuju dengan dalam kebebasan dalam berhubungan dengan Allah. Aliran ini menyatakan mansia baru tidak pernah terpisah dari persekutuan dimana merupakan tempat manusia dapat mengikat rantai kasih satu sama lain dan persekutuan inilah yang disebut dengan collegia Pietatis.
  • Praksis Pietatis
    Kelompok ini menekankan hal – hal yang praktis dalam kehidupan sehari – hari, tidak mementingkan dogama dan sangat mementingkan etika yaitu praktek tentang apa yang diprintahkan oleh Tuhan.
    • Reformation Pietatis
    Pembaharuan yang dibuat secara keseluruhan dan bukan hanya di gereja tetaoi juga didalam dunia tang dimulai dalam bidang moral. Menurut mereka pembaharuan adalah suatu kebutuhan yang apabila ditunda dunia akan semakin bertamabah parah.
  •  Methodisme
    Pada umumnya tujuannya sama denga pietisme dan menitik beratkan jalan keselamatan adalah pada perasaan kepastian keselamatan melalui darah Kristus. Keselamartan dari neraka tidak akan didapat dengan keyakinan yang lamban, tetapi oleh dengan perubahana yang radikal yaitu bergerak dari perassaan keterkutukan kepada pengampunan dan damai.
    Jhon wesley meyakini bahwa orang yang telah dilahirkan kembali dapat mencapai tingkat kesempurnaan hidup. Yang membedakan dengan baptis adalah Methodist tidak membabtis ulang tetapi secara dasariah sangat menekankan pertobatan orang dewasa, dengan memakai sistim pelatihan anggota dengan pembagian kartu anggota, dan anggota tidak cukup menerima kewibawaan alkitab yang bersifat lahiriah tetapi harus mengalaminya secara pribadi.
Tinjauan
Dari uraian diatas maka Luther dan calvin berpegang pada ajaran solafide, solagracia dan solascriptura. Dengan demikian mereka mengajarkan keselamatan itu terjadi atas anugrah Tuhan yang membenarkan dan menguduskan. Dimana pembenaran dan pengudusan itu tidak terbatas kepada kesalehan batin tetapi melampauinya.
Sedangkan aliaran Baptis, pietis dan methodist terarah kepada pembangunan kesalahan batin manusia dan karena itu mereka sangat anti akan kebudayaan. Walaupun mereka menekankan pelayanan kasih namun mereka tidak menyentuh masalah fundamental masyarakat, jadi pelayanan mereka hanya menciptakan manusia batin yang mengasihi tetapi membiarkan ketidakadilan merajalela dimasyarakat. Sekarang ini mereka telah menerima kebudayan tetapi hal itu tidak didasari oleh kesadaran teologis melaimkan hanya untuk beradaptasi terhadap realita dunia, mereka sebenarnya tergolongh kepada “ Other worldnes “ bukan dunia disisni dan sekarang.

Daftar kepustakaan
1. Jonge,christian,de, Apa itu calvinisme, Jakarta : BPK G. Mulia, 1990
2. Lane,Tony,Runtut Pijar,Jakarta : BPK G. Mulia, 1990
3. Lohse, Bernhard, Pengantar sejarah Dogmatik kristen, Jakarta, BPK G.Mulia 1989
4. Aritonang,Jan,S. Berbagai aliran didalam dan disekitar Gereja, jakarta: BPK G. Mulia 2004.
5. Wellem,FD.,Kamus sejarah Gereja,Jakarta:BPK G.Mulia 2006
6. Drewes,BF.,dan Julianus Mojau. Apa itu teologi?, jakarta BPK G. Mulia 2006

Senin, 23 Maret 2015

Suplemen Bahan PJJ GBKP (Tanggal 22-28 Maret 2015) “KESELAMATEN SI TUHU-TUHU” Epesus 2 : 1 – 10

Suplemen Bahan PJJ GBKP
(Tanggal 22-28 Maret 2015)

“KESELAMATEN SI TUHU-TUHU”
Ogen : Epesus 2 : 1 – 10

A. LATAR BELAKANG
Surat Epesus enda isuratken rasul Paulus man anak-anak Dibata i Epesus, kalak si tutus i bas kegeluhenna i bas persadan ras Kristus Jesus (1:1). Surat enda isuratken Paulus i Roma (+ tahun 60-62 M), asum ia i bas penjara nimai ukumen idabuhken (3:1; 4:1; 6:20). Paulus nandai mehuli perpulungen i Epesus, pemena asum ia reh ku je (Perb. 18:19-21), ras asum ia tading i Epesus sekitar 2 tahun dekahna meritaken Berita Si Meriah ras erbahan tanda-tanda sengget (Perb.19:1-10). Epesus e me kota perdagangen si cukup mbelin i Asia Kitik, seh maka semangat materialisme merajalela luar biasa, janah kota e pe termurmur erkiteken jadi pusat penembahen man dewi Artemis ras dewi Diana, i ja pelacuren isahken ras ianggap badia erkiteken si e ilakoken asum ersembah man dewi-dewi itu. Alu latar belakang si e me Paulus nuratken surat enda, guna petangkas uga arusna posisi ras ras tanggung-jawab ajar-ajar Kristus.

B. I S I
Bahan PJJ-nta perikop Ep. 2:1-10 enda ngerana kerna keadan pertendin i bas Kristus. Ay. 1-3 nuriken uga kondisi manusia ope denga iselamatken. Si jadi subjek ras kata kunci i jenda e me ‘Dibata’ ras ‘Kristus’, alu 3 kata kerja utama e me ‘ipegeluh’ (ay. 5), ‘ipekeke’ (ay. 6) ras ‘ipekundul’ (ay. 6); alu obyek ‘kam’ (ay. 1-3) ras ‘kita’ (ay. 4-7). I jenda siidah Paulus make perbandingen si bertentangen kerna keadaan ope ras kenca enggo jadi ajar-ajar Kristus, e me maka Dibata mpekeke kita mulihi ibas kematen erkiteken dosa ras mereken ingan man banta ras Jesus Kristus i bas ingan si meganjang i Surga. Janah banci siidah tangkas kai si ituriken Paulus kerna keadan i bas paksa si enggo lewat (ay. 1-3), genduari (ay 4-6) ras pagin (ay 7) i bas kegeluhen ajar-ajar Kristus.
 
Ay. 1-3 > Berita si la meriah: mate i adep-adepen Dibata!
Cara Paulus nggambarken keadan ope jadi kalak Kristen, tuhu-tuhu ngeri. Penekanen nandangi kata ‘mate’ (secara pertendin), erkiteken salah ras dosa (ay. 1), la nggit erkemalangen man Dibata tapi ngikutken kuasa-kuasa si jahat (ay. 2) ras nggeluh rikutken sura-sura kula ras ukur (ay. 3). Si enda erbahanca maka arusna kita ngenanami pernembeh ate Dibata (ay. 3b). Arah gambaren enda, Paulus mpersingeti uga erdosana manusia e i adep-adepen Dibata alu cara geluhna seh maka manusia perlu Juruselamat i bas la litna dalanna pulah ibas pernembeh ate Dibata nari e.

Ay. 4-7 > Berita si meriah: ipekeke Dibata!
Cara Paulus nggambarken keadan kenca jadi ajar-ajar Kristus, tuhu-tuhu maba keriahen. Telu pemere si mbelin si banci sialoken e me: kita ipegeluh mulihi (ay. 5), kita enggo ipekeke ras ipekundul i bas ingan si meganjang i Surga (ay. 6). Si jadi kunci utama ibas tep-tep pemere si mbelin si ipetangkas Paulus i jenda e me Jesus Kristus – “ipegeluNa kita mulihi radu ras Kristus”, “ibas persadanta ras Kristus Jesus, ipekeke Dibata kita ras Kristus Jesus”, “janah ipekundulNa kita ras IA i bas ingan si meganjang”. Si enda itutup Paulus alu ngataken maka “Si enda ibahan Dibata gelah seh rasa lalap icidahkenNa kiniulinNa si lanai kal lang-lang belinna, e me lias ateNa man banta i bas Kristus Jesus” (ay. 7).
Alu ngenen ras ngidah perbandingen antara berita si meriah ras berita si la meriah si tersena i jenda ndai, banci siangka maka peran utama kerna keselamaten e, labo bekas perbahanen manusia, tapi Dibata nge si bertindak mereken keselamaten e. Kerna si enda tegas ipersingeti Paulus ibas Ep. 2:8-10, “Sabab erkiteken lias ate Dibata nge maka kam enggo terkelin, erkiteken tek kam man Kristus. Labo bekas perbahanenndu, tapi pemere Dibata kap e. Labo ulih pendahinndu e, e maka labo lit dalanna ise pe muji bana. Tinepa Dibata kap kita; i bas persadanta ras Kristus Jesus, ijadikenNa kita guna ndahiken dahin-dahin si mehuli si enggo leben irencanakenNa, gelah sidahiken e.”

C. PENGKENAINA
1. Guna banci nggeluh selaku ajar-ajar Kristus, kita arus nggejapken keadanta ope denga jadi ajar-ajar Kristus, e me mate secara pertendin. Adi enda la sigejapken ras la siidah uga kegeluhenta ope jadi ajar-ajar Kristus bagi siigambarken i bas Ep. 2:1-3, maka labo lit pengataken bujurta nandangi keadanta genduari si enggo nandai Kristus, janah si e ngulihken kita ku bas kematen pertendin alu mulihi nggeluhken kegeluhen si male – nggeluh ndauh ibas Kristus. Arah lias ate ras perkuah ate Dibata ngenca kita ngaloken keselamaten dingen kegeluhen si tuhu-tuhu, ngataken bujurlah katawari pe.
2. Selaku ajar-ajar Kristus, kai si enggo ibereken Dibata man banta, tuhu-tuhu luar biasa janah genduari enda enggo sialoken, e me kegeluhen, kekeken ras ingan i Surga ras Jesus Kristus. Nggejapken lias ate Dibata e, erbahanca kita kita mela mulihi nggeluh i bas kegeluhen si male, erkiteken kita ngaloken pasu-pasuNa si luar biasa. Tapi ola pasu-pasu enda erbahanca kita lupa diri ras hanya ngenanami status enda alu la erbahan kai pe, alu tetap nginget kai si ikataken Jesus Kristus, “Labo kerina kalak si erlebuh man bangKu, ‘O Tuhan, Tuhan!’ bengket ku bas Kinirajan Surga, tapi kalak si ngelakoken rikutken si ngena ate bapangKu i Surga nge bengket ku bas Kinirajan e” (Mat 7:21). Nggeluh rikutken si ngena ate Dibata, e me si arus tetap si-‘amin’-ken i bas geluhta, kita selaku ajar-ajar Kristus!

Amin.
• Tulisen bahan PJJ-nta si kumuat enda eme tulisen kekelengenta Pdt. Jepta Pelawi. Si aktif pe nulis Suplemen guna banci reh buena refrensi man banta.

• Sentabi aku man kerina kekelengen kami, si mengunjungi blog enda guna nambahi bahan refrensinta guna bahan PJJ. Ibas piga minggu enda aku la sempat nulisken Suplemen bahan PJJ-nta erkiteken kesibuken si lit i tengah – tengah pelayanen gerejanta. I usahaken kami nulis bagi biasana. Bujur ras mejuah – juah kita ibas pengertinta. Tuhan simasu – masu

Minggu, 22 Februari 2015

Suplemen PJJ GBKP 22 – 28 Feb 2015. Mat 24 : 45 – 51 “Nggeluh Bujur Maba Kemalemen Ate”

Suplemen PJJ GBKP 22 – – 28 Feb 2015

Ogen : Mat 24 : 45 – 51
Tema : “Nggeluh Bujur Maba Kemalemen Ate”

Shalom.
Jadi kalak bujur eme keinginan, harapen ras perayaken sebab ise pe labo nggit ikataken dirina kalak sila bujur, erkiteken sie enterem kalak berusaha ndatken status/sebutan kalak bujur. Tapi apakah kita ndarami status jadi kalak bujur ? tentu lang ! erkiteken kita memang kalak sibujur, sebab biakta kap kalak bujur sue ras tempas Dibata, emaka nggeluh bujur labo hal si asing man banta dingen enggo me sieteh ngelakokenca ras adi lit kalak kristen si la nggeluh ibas bujur, permasalahenna eme ibas kinilanggitenna ngelakokenca :
  • Ibas kinata kegeluhenta memang sulit ndarami ndarami kalak situhu – tuhu bujur, erkiteken enggo teremen kalak terkontaminasi cara – cara kegeluhen doni janah kejahaten pe tempa enggo sebage “wabah” si lanai tertanggulangi.
  • Tuhan pe mekatep isuruh ‘harap maklum’ adi lit sekalak ngelakoken kinilabujuren alu ngataken, adi sekali – sekali nge erbahan jahat Tuhan ah pe maklum nge nina, tempa – tempa Tuhan banci iajak berkompromi guna mentolerir sada kejahaten.
  • Perkatan singataken “mesera kin genduari ndarami kalak sibujur dingen Dibata nari ngenca sibujur” pe mekatep ijadiken jadi sada alibi (pembelaan) man kalak siatena ngelakoken kinilabujuren alu mengutip ayat pustaka si badia bagi sitertulis ibas Roma 3 : 10 – 18 “Lanai lit si bujur sada pe lang …” sebage alat pembelaan ibas sekalak si enggo ngelakoken kesalahen ntah kejahaten.
  • Pengaruh kebutuhen ekonomi biasana simekatepna jadi alasen utama sesekalak guna ngelakoken kinilabujuren, janah praktek kinilabujuren e teridah ibas sekalak ngelitken keperlun geluhna, ndalanken usaha perdagangen, ibas perkantoren, rsd, dingen cara – cara sila bujur e enggo semal.
  • Lit ka pe pembelaan simekatep ibelasken adi lit sekalak la nggeluh ibas kebujuren, eme alu ngateken ‘kurang nge persadanna ras Dibata ntah ngoge kata Dibata seh maka la ietehna kai si ilakokenna e salah’ bageme ninta. Payo tuhu persekutuan ras Tuhan e mpegegehi kinitekenta dingen ningeti dirinta kerna kata Dibata, tapi adi nulih kita ku sejarah kegeluhen kalak Israel, ituriken, bangsa e meteh kerna kata Dibata (Taurat), rajin ertoto ibas sinagoge, ngelakoken puasa, tapi kalak Israel tetap erbahan dosa dingen ngelakoken kejahaten, engkai ? erkiteken meriah kin iakapna nggeluh alu cara – cara doni alu ngikutken peraten daging dingen la mbiar nandanngi Dibata, emaka kita pe, adi labo kin erkemalangen (bc, mbiar) man Dibata, maka kata ajar ras kerina persekutuan si ilakoken sia – sia nge kerina.
Tema PJJ-nta “Nggeluh Bujur Maba Kemalemen Ate” erpalasken Mat 24 : 45 – 51 nuriken man banta kerna keuntungen nggeluh ibas bujur ermalem ate bagepe nuriken perulihen nggeluh ibas kinilabujuren eme ngenanami simesui rasa lalap. Dua perulihen enda me i perhadapken man banta ibas perenungen PJJ-nta alu perumpamaan Tuhan Yesus kerna juak – juak situtus ras juak – juak si la tutus, lit pe pengertin si imaksudken Yesus ibas perumpamaan enda eme :
  • Perumpamaan enda nuriken kerna wari penghakimen (eskatologi) simekatep sibelasken alu pengertin wari kiamat. Ndigan kiamat e terjadi labo man ukurenta erkiteken Yesus memang la nuriken ndigan paksa kiamat e jadi, tapi Yesus lebih nuriken kai si arus ilakoken ntah i persiapken kalak si tek ibas nimai wari kiamat e (Mat 24 : 42 – 4. Luk 12 : 40. bd.1 Tes 2: 12; 2 Tim 4: 1).
  • Perumpamaan enda pe ningetken kerna hubungen ras sikap antara juak – juak ras tuanNa. Ibas hubungen e iarapken gelah juak – juak tetap setia nandangi tuanna ras ndahiken kerina dahin si endeken tuan e alu tutus, sebab kalak sindahiken – dahin alu tutus malem me atena erkiteken Dibata mereken upah man bana jadi pengawas kerina erta – ertana (ay. 47 – 48) dingen juak – juak sila tutus singgeluh alu erbana – bana mesui me pagi atena rasa lalap (ay. 51). Cataten : Juak – juak ibas perumpamaan enda iertiken ‘budak/pelayan’ (ibr : eved, Jun : doulos) eme sekalak sierdahin guna kepentingen kalak sideban/sierdahin si jadi sikerajangen ras si teriket nandangi tuanna emaka tuan berhak penuh nandangi dirina, tapi ibas pengertin perumpamaan enda juak – juak lebih iertiken kubas pengertin keagamaan eme sikap si ncidahken kiniteruken ukur i lebe – lebe Dibata, kepatuhen nandangi Dibata (bd. Kel 4 : 10. Mzm 119 : 17).
  • Kerehen Yesus ibas peduakaliken eme akhir ibas kerina jaman ija Ia jadi hakim ras menghakimi krina kalak sitek ras sila tek, si setia ras sila setia, singgeluh ibas kebenaren ras kejahaten (bd. I Tes 2 : 12. II Tim 4 : 1). Alu bage perumpamaan enda ningetken man banta maka kalak singgeluh ersada ras Tuhan arus tetap setia man Tuhan, ngikutken kerina peratenNa ras arus memiliki sifat fanatisme ibas nggeluhken kegeluhen alu mperbudak diri ibas kebenaren, keadilen ras nehken kekelengen.
Arah pengertin si isingetken kerna perumpamaan ibas Mat 24 : 45 – 51 enda, tuhu malem me dage ate kalak si nggeluh ibas bujur sebab perulihenna la terjeng tupung nggeluh i doni tapi tapi pe ndatken kegeluhen ibas kinirajaan surga. Memang la menukah nggeluh ibas bujur ras banci jadi melala kel tantangenna terlebih ibas jamanta si genduari, tapi si ingetlah maka kegeluhenta labo terjeng doni enda ngenca, lit denga pagi kegeluhen kenca kita nadingken doni enda ras kerina sie pasti, emaka marilah sigeluhken kegeluhen ibas bujur sebage responta nandangi keselamaten si ibereken Dibata man banta, ibas sie dage, silawanlah ungakapen – ungkapen si melemahken dirinta guna nggeluh ibas bujur bagi isingetken arah lebe ; sulit ndarami kalak sibujur, harap maklum, enggo kin jamanna kejahaten meraja lela ras sebage wabah si lanai terbasmi, bagepe labo perlu erbahan pembelaan diri si labo membangun diri alu alasen kai pe, erkiteken kita memang kalak bujur singgeluh ibas panggilen selaku sira ras terang doni.

Amin.
Pekanbaru 23 Feb 2015.